Posted in Uncategorized

KEUTAMAAN MENIKAH

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ;

“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang shalihah, sesungguhnya telah ditolong separuh agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah separuh lainnya.”
(HR. Baihaqi)

“Wahai generasi muda, bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia menikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”
(HR. Bukhari & Muslim dari Ibnu Mas’ud)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.”
(HR. Tirmidzi)

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan si lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu diberkahi-Nya.
Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya.
Siapa yang menikahinya hanya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan.
Siapa yang menikahi wanita hanya karena bagus nasabnya (garis keturunannya), Allah akan menambahkan kerendahan padanya.
Namun siapa yang menikah karena (semata niat) ingin menjaga pandangan dan nafsunya, atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi berkah dan menambah keberkahan itu padanya.”
(HR. At Thabrani)

“Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina.
Jangan kamu menikahi wanita hanya karena harta/tahtanya mungkin saja harta/tahtanya membuatmu melampaui batas.
Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya.
Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama.”
(HR. Ibnu Majah)

Dari Jabir radhiallalhu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda ; Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, harta, dan kecantikannya. Maka (yang utama) pilihlah yang beragama.”
(HR. Muslim & Tirmidzi)

Posted in pengusaha muslim, Uncategorized

tips berhenti merokok

sudah tidak di-pungkiri bahwa merokok adalah salah satu jenis konsumsi yang dapat menyebabkan kecanduan bagi seseorang. Oleh karena itu tidak heran banyak orang (mungkin termasuk Anda) ingin berhenti merokok. Dan mungkin hal ini selalu menjadi salah satu resolusi penting yang harus dilakukan tiap tahunnya, hmm… Namun sangat disayangkan karena berhenti untuk merokok itu tidak semudah sewaktu awalnya kita mengenal rokok.

Merokok adalah salah satu jenis kegiatan yang sangat susah untuk ditinggalkan terutama bagi orang-orang yang telah kecanduan. Oleh karena itu walaupun orang-orang tersebut telah mengetahui betul bahaya akan rokok, tetapi tetap saja susah untuk ditinggalkan!

Banyak pakar yang menyarankan 3 hal penting yang harus dicamkan jika kalau memang kita benar-benar memiliki niat untuk berhenti merokok, yaitu; (1) Memiliki alasan yang benar-benar harus diingat dan kuat kenapa kita harus segera berhenti merokok! (2) Usahakan selalu mencari kesibukan aktivitas yang positif untuk mengurangi dan meminimalisir peluang bersentuhan dengan rokok lagi! (3) Dan memilih lingkungan yang kondusif dan positif yang bebas dari orang-orang yang merokok! (tapi biasanya hal ini sangat susah untuk dilakukan!).

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tips jitu berhenti merokok yang sebaiknya patut dicoba:

  1. Pertama usahakan agar selalu mengingat alasan utama kenapa kita harus berhenti merokok setiap hari! Jika kita memiliki pikiran dan keinginan untuk merokok maka usahakan untuk bertahan beberapa jam (biasanya hal ini akan sangat sulit dilakukan bagi kita pada waktu awalnya!). Kemudian tidak ada salahnya sebaiknya mencoba untuk memikirkan dampak positif yang kita rasakan beberapa jam lalu saat bebas tidak merokok.
  2. Penderitaan untuk berhenti merokok akan sedikit lebih lega dan terasa akan lebih ringan jika kita bertukar pikiran atau sharing dengan orang lain seperti teman, pakar-pakar anti rokok, orang yang dicintai dan lain-lain. Nah, makanya usahakan untuk selalu mengkomunikasikan perkembangan dan progress program kita untuk berhenti merokok dengan orang-orang yang kita percayai!
  3. Biasanya karena terbiasa merokok, kemudian tiba-tiba kita berhenti merokok maka mulut kita akan terasan asam. Nah untuk meminimalkan dan mengatasinya mungkin dapat memilih asupan makanan yang tepat seperti memperbanyak memakan wortel, apel, pir, brokoli dan buah-buahan yang rasanya manis (Jangan salah loh… selain bermanfaat mengurangi rasa asam dalam mulut, asupan makanan-makanan jenis tersebut juga dapat membuat kulit menjadi lebih mulus he4x).
  4. Seperti yang kita ketahui merokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Oleh karena itu tidak heran jika perokok memiliki napas yang pendek (biasanya hal ini akan terlihat jelas jika tubuh diajak lari). Sewaktu menjalankan program berhenti merokok maka sebaiknya juga diimbangi dengan olahraga yang teratur, jika kita termasuk orang yang sibuk mencari uang, maka dapat memanfaatkan keadaan di sekitar lingkungan kita untuk olahraga, missal dengan bersepeda ke kantor, tidak perlu menggunakan lif tapi gunakan saja tangga untuk olahraga ringan, dan lain-lain. Ingat lakukan olahraga yang teratur akan sangat membantu mempercepat kita membebaskan diri dari rokok!
  5. Jika kita merasa belum sepenuhnya dapat membebaskan diri dari rokok, sebaiknya se-bisa mungkin menghindari untuk sementara waktu teman-teman kita jika sedang merokok.
  6. Kemudian jika memiliki waktu yang memungkinakan tidak ada salahnya mengikuti kelompok atau organisasi yang bertemakan berhenti merokok. Dengan mengikuti organisasi ini maka sangat membantu kita untuk memiliki lingkungan yang kondusif untuk berhenti merokok.
  7. Dan terakhir jika kita sudah yakin 100% telah bisa membebaskan diri dari kebiasaan jelek merokok, maka buang jauh-jauh pikiran untuk mencicipi rokok lagi walaupun itu cuma satu batang rokok doang!
Posted in Uncategorized

panduan zakat

PANDUAN SINGKAT ZAKAT
Zakat Fitrah, Zakat Perdagangan, Zakat Zakat Fitrah, Zakat Perdagangan, Zakat Perusahaan & Zakat Investasi Perusahaan & Zakat Investasi

By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag By. Rikza Maulan, Lc., M.Ag
Sekretaris Dewan Pengawas Syariah Sekretaris Dewan Pengawas Syariah Takaful Indonesia Takaful Indonesia

Pengertian & Definis Zakat Pengertian & Definis Zakat
ةاكزلل فيرعتلاو ىنعلا ةاكزلل فيرعتلاو ىنعلا
Secara bahasa, zakat berarti tumbuh, bersih, berkembang dan
berkah.
Sedangkan menurut istilah, zakat adalah ‘Kewajiban atas
sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dan dalam
waktu tertentu.

  • Penjelasan :
  • Kewajiban atas harta tertentu : berarti zakat adalah kewajiban
    atas harta dan bukan anjuran. Dan harta tertentu artinya hanya
    harta tertentu yang terkena wajibnya zakat, seperti emas, perak,
    uang, barang dagangan, investasi, tambang dsb.

    Untuk kelompok tertentu : bahwa alokasi zakat tidak boleh keluar
    dari kelompok tertentu yang disebut mustahiq. Mereka adalah
    delapan golongan, sebagaimana yang ditentukan dalam Al-Qur’an
    QS. Attaubah/ 9 : 60

    Dalam waktu tertentu : artinya bahwa ketentuan mengeluarkan
    zakat, sangat terkait dengan waktu, yaitu ada yang ketika sudah
    berlalu setahun (haul), dan ada pula yang dikeluarkan zakatnya
    ketika panen.
    Perbedaan Antara Zakat, Infaq & Shadaqah Perbedaan Antara Zakat, Infaq & Shadaqah
    تاقدصلاو قافنلاو ةاكزلا يب قرفلا تاقدصلاو قافنلاو ةاكزلا يب قرفلا

    Zakat
    Zakat adalah kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk
    kelompok tertentu dan dalam waktu tertentu.

    Infaq : Mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan bukan zakat.
    Infak ada yang wajib, sunnah dan mubah. Infak wajib diantaranya zakat, nadzar, kafarat, infak kepada keluarga dsb. Infak yang sunnah adalah infak kepada fakir miskin, infak dakwah, pembangunan masjid dsb. Sedangkan infak yang mubah adalah seperti infak untuk makan-makan dsb.

    Shadaqah :
    Shadaqah maknanya lebin luas dari zakat dan infak. Shadaqah kadang bermakna zakat, kadang bermakna infak dan kadang bermakna suatu kebaikan yang bukan bersifat materi. Seperti dalam hadis digambarkan bahwa senyumanpun merupakan shadaqah.

    Kedudukan Zakat Dalam Islam Kedudukan Zakat Dalam Islam
    ملسلا ف ةاكزلا ةناكم ملسلا ف ةاكزلا ةناكم
    Zakat merupakan rukun Islam ketiga, setelah syahadat dan
    shalat. Bahkan kewajibannya selalu dikaitkan dengan
    kewajiban shalat.
    Jika shalat berfungsi untuk membentuk keshlalihan pribadi,
    maka zakat berfungsi membentuk keshalihan dalam sistem
    sosial kemasyarakatan. Dan hal ini merupakan tujuan
    diturunkannya Islam.
    Orang yang mengingkari zakat, dihukumi sebagai orang kafir.
    Karena mengingkari pondasi dasar dinul Islam.
    Di masyarakat, kesadaran dan pengetahuan tentang shalat
    sudah cukup merata, namun tidak demikian dengan zakat.
    Sementara Allah SWT memerintahkan shalat dan zakat secara
    bersamaan dalam 27 tempat atau ayat dalam Al-Qur’an.
    Sehingga sesungguhnya tidak rasional memisahkan antara
    kewajiban shalat dengan kewajiban zakat.
    Zakat merupakan salah satu bangunan sistem ekonomi Islam.
    Perbedaan Zakat Dengan Pajak Perbedaan Zakat Dengan Pajak
    بئارضلاو ةاكزلا يب قورفلا بئارضلاو ةاكزلا يب قورفلا
    Zakat berarti bersih, berkah & berkembang. Orang yang membayar zakat hartanya akan bersih & berkembang. Diwajibkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Nishab dan ketentuannya ditentukan Allah & bersifat mutlak. Hanya diwajibkan khusus bagi orang-orang beriman. Penerimanya terbatas pada 8 ashnaf.

    Disyaratkan ijab kabul Imbalannya berupa pahala dari Allah. (Berkah dan
    Jannah) Motivasi zakat adalah karena Keimanan dan Ketaatan pada Allah SWT Pajak tidak demikian. Belum tentu membayar pajak membersihkan dan mengembankan harta. Diwajibkan oleh Undang-Undang Negara.

    Ketentuannya ditentukan oleh negara dan bersifat relatif (sesuai kebutuhan negara) Diwajibkan kepada seluruh warga negara. Penerima pajak sesuai dengan kepentingan negara.
    – Tidak disyaratkan ijab kabul
    – ‘Imbalannya berupa fasilitas, jasa publik atau fasilitas, umum lainnya.
    – Motivasinya adalah ketaatan dan ketakutan pada negara dan sanksinya

    Perintah Membayar Zakat
    ةاكزلا ةضيرف ءادل رملا ةاكزلا ةضيرف ءادل رملا
    – Zakat diwajibkan di Madinah, tepatnya pada bulan syawal tahun kedua hijriah setelah diwajibkannya puasa ramadhan.
    – Ayat-ayat tentang zakat, infak & shadaqah yang Allah turunkan di Mekah, baru merupakan anjuran dan belum menjadi suatu kewajiban.
    Dan penyampaiannya (anjuran untuk infaq, zakat & shadaqah) adalah dengan menggunakan cara/ metode pujian bagi yang melaksanakannya dan teguran bagi yang meninggalkannya. Dalil-Dalil Wajibnya Zakat Dalil-Dalil Wajibnya Zakat ةاكزلا بوجو ىلع ةلدلا ةاكزلا بوجو ىلع ةلدلا
    Dalil Dari Al-Qur’an :
    QS. Al-Baqarah/ 2 : 43
    “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta orang-orang yang ruku.”

    QS. Attaubah/ 9 :
    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
    membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo`alah untuk
    mereka. Sesungguhnya do`a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa
    bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    QS. Al-An’am/ 6 : 14
    “Makanlah buahnya jika telah berbuah dan tunaikanlah haknya
    (kewajibannya) di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan)
    zakatnya Dalil-Dalil Wajibnya Zakat Dalil-Dalil Wajibnya Zakat

    ةاكزلا بوجو ىلع ةلدلا ةاكزلا بوجو ىلع ةلدلا

    Dalil-Dalil As-Sunnah :
    • HR. Bukhari Muslim : Ibnu Umar ra berkata, bahwa rasulullah SAW bersabda, ‘Islam ditegakkan diatas lima perkara; syahadat la ilaha illallah wa anna muhammadan abduhu warasuluh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan berpuasa di bulan ramadhan (Mutafaqun Alaih).
    • HR. Jamaah :
    Dari Ibnu Abbas ra bahwasanya rasulullah SAW ketika mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman berkata, …’Ajarkan kepada mereka bahwasanyan Allah SWT mewajibkan zakat dari harta mereka, yang diambil dari orang yang kaya dan diberikan kepada orang miskin diantara mereka. (HR. Jamaah; Bukhari, Muslim, Turmudzi, Nasa’I, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad bin Hambal dsb).

    Sanksi & Hukuman Bagi Yang Menolak Zakat Sanksi & Hukuman Bagi Yang Menolak Zakat

    ةاكزلا يعنام ىلع لا باقع ةاكزلا يعنام ىلع لا باقع

    Jika ia mengingkari zakat sebagai salah satu kewajiban Islam,
    maka hukumnya adalah murtad (keluar dari Islam) dan harus
    diperangi. (QS. Fushilat/ 41 : 6 – 7)

    Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang
    mempersekutukan (Nya). (yaitu) orang-orang yang tidak
    menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan)
    akhirat.
    – Jika ia tidak mengingkari namun enggan membayar zakat dan ia
    mampu, maka ia berdosa. Dalam hal ini Imam diperbolehkan
    mengambil paksa zakat yang harus dibayar dan memberikan
    hukuman pada orang tersebut.
    – Jika suatu kaum menolak membayar zakat sedang mereka
    mengimaninya dan mereka mampu membayarnya, maka
    mereka semua harus diperangi sampai mau membayar zakat.
    Dalam sebuah hadits disabdakan, “Saya diperintahkan untuk
    memerangi manusia hingga mereka bersyahadat, mendirikan
    shalat dan membayar zakat. Karena Zakat adalah kewajiban
    atas harta.”
    Ancaman Bagi Yang Tidak Membayar Zakat Ancaman Bagi Yang Tidak Membayar Zakat

    ةاكزلا يعنال لا دعو ةاكزلا يعنال لا دعو

    Ancaman di Dunia Disebutkan dalam hadits riwayat Thabrani; “Tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat kecuali akan ditimpa kelaparan dan kemarau panjang.”
    Dalam hadits lain riwayat Ibnu Majah, Al-Bazar dan Baihaqi ; “Bila mereka tidak mengeleluarkan zakat, berarti mereka menghambat hujan turun. Seandainya binatang tidak ada, pastilah mereka tidak akan diberi hujan.”

    Ancaman di Akhirat
    Dalam QS. Attaubah/ 9 : 34 –35 :
    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari
    orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan
    harta orang dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi
    (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan
    perak dan tidak menafkahkan nya pada jalan Allah, maka beritahukanlah
    kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakan lah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

    Adab Membayar Zakat

    ةاكزلا ءادأ ف بادلا ةاكزلا ءادأ ف بادلا

    – Ikhlas (minimal tidak menyebut-nyebut dan menyakiti mustahik)
    – Harta zakat tersebut tidak boleh dibeli atau diambil lagi.
    – Tidak mengumpulkan orang yang meminta untuk datang ke rumah, namun hendaknya dibagikan ke tempat-tempatnya.
    – Zakat dikeluarkan dari harta yang terbaik, hasil usaha terbaik dan yang paling dicintainya.
    – Hendaknya disalurkan melalui amil zakat yang amanah dan profesional.
    – Mengucapkan doa (bagi muzakki) yaitu
    امرغم اه لعجت لو امنغم اهلعجا مهللا
    Ya Allah jadikanlah harta zakat ini suatu keuntungan dan jangan
    Engkau jadikan suatu kerugian. (HR. Ibnu Majah)
    Dan bagi amil zakat mendoakan dengan :
    تيقبأ امي ف كل كرابو اروهط كل هلعجو تيطعأ امي ف *لا كرجآ
    Semoga Allah memberi pahala dari apa yang engkau berikan dan Allah
    memberkahihimu apa yang engkau sisakan dan menjadikannya suci.
     Mensegerakan membayar zakatnya.
     Dianjurkan dalam memberi zakat, menjadikan fuqoro menjadi mampu
    (menjadikan mustahik menjadi muzakki), sehingga tidak meminta-minta
    lagi.
    Syarat Harta Yang Wajib Dizakati Syarat Harta Yang Wajib Dizakati
    لاوملا ف ةاكزلا طورش لاوملا ف ةاكزلا طورش
     Halal dan Thayib (jenisnya baik), (QS. 2 : 267).
    Dalam sebuah hadits rasulullah SAW mengemukakan :
    5لوFلغ ن
    م Lةق د ص Fلا ل بق ي ل ) دحأ هاور (
    “Allah SWT tidak akan menerima zakat dari harta yang tidak sah.”
     Bersifat Produktif.
    Harta yang bersifat produktif yaitu seperti pengembangan usaha, investasi, saham, perdagangan,
    baik melalui tangan sendiri maupun diwakilkan kepada orang lain.
     Milik Penuh dan Berkuasa Menggunakan Harta Tersebut.
    Yaitu bahwa harta tersebut mutlak merupakan miliknya, dan ia dapat menggunakannya sesuai
    dengan kebutuhan dan keinginannya.
     Mencapai Nishabnya.
    Kekayaan yang belum mencapai nishabnya tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Karena jika tidak
    mencapai nishabnya maka masih dikategorikan miskin atau membahayakan kebutuhan primernya.
     Surplus Dari Kebutuhan Primer.
    Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang manakala ditinggalkan akan menghancurkan dirinya dan
    mengganggu kelestarian hidupnya. Seperti belanja setiap hari.
     Terbebas Dari Hutang
    Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya juga harus terbebas dari hutang. Jika seseorang memiliki
    harta yang sudah mencapai nishabnya, namun memiliki hutang, maka harus dikurangi dahulu
    dengan hutang tersebut. (Hutang yang jatuh tempo pada bulan/ tahun pembayaran zakatnya). Baru
    kemudian dikalikan dengan nishab zakatnya, misalnya 2,5 %.
     Haul (berlalu setahun)
    Ulama sepakat tentang ketentuan haul pada beberapa harta yang wajib dizakati seperti; emas,
    perak, perdagangan dll. Dan haul tidak berlaku pada harta pertanian. Karena pertanian dikeluarkan
    zakatnya pada setiap kali panen.
    Jenis-Jenis Zakat Jenis-Jenis Zakat
    ةاكزلا عاونأ ةاكزلا عاونأ
    ZAKAT
    FITRAH MAAL
    EMAS & PERAK
    UANG & TABUNGAN
    PERNIAGAAN & INVESTASI
    HASIL PERTANIAN
    PROFESI & PENDAPATAN
    BINATANG TERNAK
    Jenis-Jenis Zakat Jenis-Jenis Zakat
    ةاكزلا عاونأ ةاكزلا عاونأ
    Secara umum, zakat terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
     Zakat Fitrah/ Zakat Fitri
    Zakat Fitrah/ Zakat Fitri merupakan zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap
    muslim sebelum mereka keluar untuk melaksanakan shalat Ied. Makanan yang
    wajib diekeluarkan zakat fitrahnya yaitu, tepung, terigu, kurma, gandum,
    zabib (kismis), aqith (sejenis keju). Untuk daerah yang makanan pokoknya
    selain dari yang di atas, diperbolehkan untuk mebayarkannya sesuai dengan
    makanan pokoknya. Madzhab Abu Hanifah membolehkan membayar zakat
    fitrah dengan ‘harga’ dari makanan pokok yang dimakan.
     Zakat Maal
    Sedangkan zakat maal adalah zakat atas maal (harta) yang dimiliki oleh setiap
    muslim yang sudah mencapai nishabnya. Diantara harta (maal) yang wajib
    dikeluarkan zakatnya adalah :
     Emas & Perak
     Simpanan Uang/ Tabungan/ Deposito.
     Harta Perniagaan & Investasi
     Hasil Pertanian
     Hewan Peternakan
     Ma’din (hasil tambang)
     Profesi/ Pendapatan, dsb.
    Sekilas Tentang Zakat Fitrah Sekilas Tentang Zakat Fitrah
    رطفلا ةاكز نع زجولا رطفلا ةاكز نع زجولا
    • Dasar Hukum :
    Hadits Muttafaqun Alaih, dari Ibnu Umar ra bahwa beliau berkata,
    ‘Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau
    gandum pada budak, orang merdeka, lelaki perempuan, anak
    kecil dan orang dewasa dari umat Islam dan memerintahkan
    untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk shalat
    (ied).’ (Muttafaqun Alaih)
    • Besarnya Zakat Fitrah
    Besarnya zakat fitrah menurut ukuran sekarang adalah 2,176 kg
    (biasa digenapkan menjadi 2,5 kg) dari makanan pokok. Makanan
    pokok yang disebutkan dalam nash hadits diantaranya adalah
    tepung, terigu, kurma, gandum, zabib (anggur) dan aqith
    (semacam keju).
    Untuk daerah/ negara yang mekanan pokoknya selain 5 makanan
    pokok di atas, madzhab Maliki dan Syafii membolehkan membayar
    zakat dengan makanan pokok lain, seperti beras di Indonesia.
    Sekilas Tentang Zakat Fitrah Sekilas Tentang Zakat Fitrah
    رطفلا ةاكز نع زجولا رطفلا ةاكز نع زجولا
    • Berzakat Fitrah Dengan Uang?
    Ulama berbeda pendapat mengenai menunaikan zakat fitrah
    dengan harga dari makanan pokok yang dimakan. Sebagian ulama
    mengharuskannya dengan makanan pokok yang dimakannya.
    Namun madzhab Hanafi memperbolehkan pembayaran zakat
    fitrah dengan membayarkan harganya dari makanan pokok yang
    dimakan, senilai 2,176 kg atau 2,5 kg.
    • Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah
    Menurut jumhur ulama, pembayaran zakat fitrah dilakukan :
    1. Wajib membayarnya pada saat tenggelamnya matahari di
    akhir bulan ramadhan.
    2. Membolehkan mendahulukan pembayaran zakat fitrah di awal.
    (sebelum hari akhir ramadhan). Bahkan sebagian mengafdhalkan
    pembayaran ke amil beberpa hari sebelum hari akhir ramadhan,
    untuk memudahkan penghitungan jumlah zakat dan
    pendistribusiannya.
    ZAKAT MAAL ZAKAT MAAL
    لالا ةاكز لالا ةاكز
    • Secara bahasa, maal artinya harta. Secara bahasa, Maal atau
    Harta adalah segala sesuatu yang diinginkan sekali oleh manusia
    untuk dimiliki, dimanfaatkan dan disimpan.
    • Sedangkan menurut istilah, harta adalah segala sesuatu yang
    dapat dimiliki (dikuasai) dan dapat digunakan (dimanfaatkan)
    menurut lazimnya. Sesuatu dapat disebut harta (maal) apabila
    memenuhi dua syarat, yaitu :
    1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun dan disimpan.
    2. Dapat diambil manfaatnya secara umum, seperti rumah, mobil,
    ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak dsb.
    • Zakat Maal mencakup zakat terhadap :
    1. Emas dan perak.
    2. Tabungan, Deposito, simpanan uang.
    3. Perdagangan, perusahaan dan investasi.
    4. Hewan dan peternakan.
    5. Hasil pertanian.
    ZAKAT EMAS & PERAK ZAKAT EMAS & PERAK
    ةضفلاو بهذلا ةاكز ةضفلاو بهذلا ةاكز
    • Emas & Perak
    Emas & perak merupakan aset atau barang berharga yang dijadikan
    simpanan, dan dapat di jual belikan secara mudah sewaktu-waktu. Oleh
    kerana itulah emas & perak dikenakan zakat, karena termasuk
    kekayaan.
    • Landasan Hukum
    كل تناك اذ
    إف لاق ملسو
    هيلع هللا ىلص ي
    ب نلا نع هنع هللا ي
    ضر %ي
    لع نع
    ى تح (ءيش كيلع سيلو ،م
    هارد /ةسمخ اهي
    فف /لوح8لا اهيلع لاحو 9مهر
    د اتئا
    م
    داز امف ،9راني
    د فص
    ن اهي
    فف /لوح8لا اهيلع لاحو ا@راني
    د نورش
    ع كل نو/كي
    /لوح8لا
    هيلع لوحي ى تح Eةاكز 9لام ي
    ف سيلو ك
    لذ
    باس
    ح
    بف ) دواد وبأ هاور (
    Dari Ali ra berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Jika kamu
    mempunyai 200 dirham dan sudah cukup masa setahun maka zakatnya
    adalah 5 dirham. Dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai
    20 dinar dan sudah cukup masa setahun maka zakatnya adalah ½ dinar.
    Setiap bertambah maka dengan hitungan tersebut. Tidak wajib bayar
    zakat sampai sudah cukup masa setahun. (HR. Abu Daud).
    ZAKAT EMAS & PERAK ZAKAT EMAS & PERAK
    ةضفلاو بهذلا ةاكز ةضفلاو بهذلا ةاكز
    • Hadits di atas menggambarkan bahwa jika seseorang memiliki
    dirham (perak) sebanyak 200 dirham (+ 595 gram), maka
    dikenakan zakatnya sebanyak 5 dirham. (+ 14,875 gram).
    Catatan :
    1 Dirham = 7/10 dinar.
    1 Dinar = 4,25 gram emas.
    Nishab perak = (7/10 X 4,25) x 200 = 595 gram.
    Kadar zakat = 200/5 = 2,5 %.
    • Sedangkan emas, zakatnya adalah ½ dinar dari 20 dinar.
    Catatan :
    1 Dinar = 4,25 gram emas.
    Nishab emas = 20 dinar, yaitu (20 X 4,25 = 85 gram)
    Kadar zakat = 20/ ½ gram = 2,5%
    ZAKAT EMAS & PERAK ZAKAT EMAS & PERAK
    ةضفلاو بهذلا ةاكز ةضفلاو بهذلا ةاكز
    • Para ulama sepakat menentukan persyaratan haul (berlalu satu
    tahun), baik pada zakat emas maupun pada zakat perak.
    • Emas yang diwajib keluarkan zakatnya adalah emas
    simpanan yang bukan dipakai sehari-hari, yang jumlahnya
    lebih atau sama dengan 85 gram emas.
    • Adapun emas yang dipakai sehari-hari tidak dikenakan zakat.
    Dan kadar emas yang dipakai sehari-hari dalam kondisi wajar
    dan tidak berlebihan adalah + 30 – 40 gram.
    • Jika seorang ibu memiliki total emas seberat 120 gram, maka
    dikurangi yang biasa dipakai (misal 25 gram), maka yang
    dihitung zakatnya adalah (120 – 25) X 2,5% = 2,375 gram.
    • Pembayaran zakat emas dapat dilakukan dengan uang.
    Misalnya jumlah emas yang dikeluarkan zakatnya 95 gram,
    asumsi harga emas Rp 250.000,- dan kadar zakatnya 2,5%,
    maka (95 X 250.000) X 2.5% = 593.750,-
    ZAKAT TABUNGAN, DEPOSITO & SIMPANAN UANG ZAKAT TABUNGAN, DEPOSITO & SIMPANAN UANG
    اهيغ فو كونبلا ف ةعدولا دوقنلا ةاكز اهيغ فو كونبلا ف ةعدولا دوقنلا ةاكز
    • Ulama sepakat mengkategorikan uang yang disimpan dan
    menjadi kekayaan sebagai harta yang wajib dikenakan
    zakatnya. Baik uang tersebut tersimpan dalam bentuk tabungan
    di Bank, deposito maupun disimpan secara pribadi di rumah.
    • Nishab zakat dari uang atau simpanan yang dimiliki seseorang
    adalah senilai sama atau lebih dari 85 gram emas.
    • Misalnya jika seseorang memiliki uang simpanan sejumlah Rp.
    50.000.000,- , dan telah mencapai nishab 85 gram emas,
    serta asumsi harga emas Rp. 250.000,- maka perhitungannya
    adalah : Rp. 50.000.000 X 2,5% = 1.250.000,-
    • Semua jenis simpanan uang (atau investasi yang berbasis uang,
    seperti reksadana, unitlink, dsb) yang mudah dicairkan ataupun
    di tambah, maka secara hukumnya sama dengan zakat maal
    pada umumnya, yaitu 2.5% dari total simpanan + hasilnya, (jika
    telah mencapai nishab serta sudah haul 1 tahun.)
    ZAKAT PERDAGANGAN ATAU PERNIAGAAN ZAKAT PERDAGANGAN ATAU PERNIAGAAN
    ةراجتلا ةاكز ةراجتلا ةاكز
    • Perdagangan atau perniagaan juga merupakan suatu usaha yang “wajib”
    dikeluarkan zakatnya.
    • Ketentuannya adalahsenilai dengan 85 gram emas dan usahanya telah berjalan
    1 tahun. Kadang yang harus dikeluarkan adalah 2.5% dan dapat dibayarkan
    dalam bentuk uang atau barang.
    • Ketentuan zakat perniagaan biasa dikenakan pada perdagangan baik bersifat
    pribadi maupun kolektif, sebagaimana juga biasa dikenakan pada suatu
    perusahaan tertentu (syaksiyah i’tibariyah).
    • Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut :
    (Modal diputar + Keuntungan + Piutang Yang Mudah Dicairkan) – (Hutang +
    Kerugian) X 2.5% = Zakat
    Contoh : Pak Ahmad pedagang mebel telah merintis usahanya sejak 1 tahun
    yang lalu. Ia memiliki modal sebesar 30 juta. Keuntungan bersih yang ia
    peroleh sebesar Rp. 10 Juta, piutang 3 juta dan hutang 5 juta.
    Perhitungan Zakatnya :
    (30 jt + 10 jt + 3 jt) – (5 jt) X 2.5% = 950.000,-
    ZAKAT INVESTASI ZAKAT INVESTASI
    رامثتسلا ةاكز رامثتسلا ةاكز
    • Investasi yang tidak dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk aset yang
    disewakan, atau diambil hasilnya, maka perhitungan zakatnya adalah dari
    hasilnya saja dan bukan dari total + hasil.
    • Sebagai contoh, Pak Dahlan memiliki investasi berupa 5 petak rumah
    kontrakan, masing-masing disewakan @ Rp. 5 jt/ pertahun. Maka perhitungan
    zakatnya adalah sebagai berikut :
    (5 jt X 5) X 2.5% = 625.000,-
    • Berbeda dengan zakat maal, zakat investasi perhitungan nishabnya bukan 85
    gram emas, melainkan 5 wasaq = + 653 beras, diqiyaskan dari zakat pertanian,
    dimana dalam pertanian, zakatnya dikenakan setiap kali panen/
    menghasilkan. Sehingga dalam zakat investasi ini tidak disyaratkan pula
    adanya haul, melainkan dihitung setiap kali menghasilkan.
    • Catatan :
    • Dalam perhitungan besaran zakat investasi, terdapat juga pandangan yang
    menetapkan bahwa besaran zakatnya adalah 5%, sebagaimana besaran zakat
    pertanian, bukan 2.5%. Namun kami pribadi lebih cenderung 2.5% saja, karena
    yang dihasilkan bentuknya adalah uang, bukan hasil pertanian. Wallahu A’lam
    باوصلاب ملعأو ىلعأ لاعت لاو
    يلاعلا بر ل دملاو